Dukung Ketahanan Pangan, BUMDes Suka Menanti Resmikan Unit Usaha Ayam potong
Dukung Ketahanan Pangan, BUMDes Suka Menanti Resmikan Unit Usaha Ayam Potong
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Harapan Bersama Desa Suka Menanti , Kecamatan Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara, resmi meluncurkan unit usaha ayam potong.
Guna memperkuat kemandirian ekonomi di Desa Suka Menanti melalui dukungan program ketahanan pangan tahun 2024-2025, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes ) Sukma Jaya Desa Suka Menanti, Kecamatan Bukit Kemuning , Kabupaten Lampung Utara resmi meluncurkan unit usaha ayam potong.
Direktur BUMDes Sukma Jaya Dedi Irawan menyebutkan, usaha milik Desa Suka Menanti tersebut diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat sekaligus penyokong program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di daerah tersebut.
"Bahwa inisiatif ini bukan sekadar proyek ekonomi, melainkan langkah strategis untuk membangun kemandirian pangan di tingkat Desa dan membuka lapangan kerja baru bagi warga. Untuk tahap awal, kami menampung sekitar 5000 ekor ayam dengan masa panen sekitar 31 hari. Rata-rata berat ayam mencapai 1,7 kilogram per ekor,” ujar Dedi dalam kegiatan peresmian program, pada Rabu (08/08/2025).
Selain memperkuat rantai pasok pangan lokal, sambungnya, unit usaha ini juga melibatkan empat hingga lima tenaga kerja dari masyarakat sekitar, yang menjadi bagian langsung dalam kegiatan produksi dan perawatan ayam.
“Kami berharap BUMG Sukma Jaya Bersama dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi gampong lain. Tujuan kami sederhana: mandiri di sektor pangan dan memberikan manfaat ekonomi nyata bagi warga,” ujar Dedi optimistis.
Adapun struktur pengelola BUMDes Jaya Bersama terdiri atas, Direktur: Hendri
Sekretaris: musti rahayu Bendahara: nobita sapitri Pengawas: Mulkan Bs
Senada dengan itu, Kepala Desa Suka Menanti kecamatan bukit kemuning Suraji yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi terhadap langkah inovatif BUMDes Harapan Bersama. Menurutnya, program ini merupakan implementasi nyata dari visi pemerintah untuk membangun desa yang mandiri, produktif, dan berketahanan pangan.
“Budidaya ayam potong memberi manfaat ganda memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan akses masyarakat terhadap sumber protein hewani seperti daging dan telur. Ini juga berkontribusi terhadap upaya penurunan angka stunting di daerah,” jelasnya.
Iwan nisa putra,sh Selaku Koordinator Pendamping Desa Tingkat Kecamatan menambahkan, penggunaan Dana Desa untuk kegiatan produktif seperti ini akan menciptakan perputaran ekonomi yang sehat di tingkat lokal mulai dari sektor peternakan, pengolahan, hingga pemasaran hasil produksi.
“Dengan memiliki lumbung pangan mandiri, desa akan lebih tangguh menghadapi fluktuasi harga dan ketergantungan pasokan dari luar. Kepada seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif agar program ini berjalan sukses dan berkelanjutan," harapnya.
Lebih lanjut, kata dia, keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh gotong royong masyarakat. Mari jadikan budidaya ayam potong ini sebagai simbol kebangkitan ekonomi desa menuju masyarakat yang mandiri, sejahtera, dan berketahanan pangan.
Kegiatan peresmian turut dihadiri oleh, Pihak Kecamatan, Pendamping Desa, Tokoh Masyarakat, BPD, LPM, para Kepala Dusun, serta perangkat Desa Suka Menanti .
Langkah BUMDes Harapan Bersama menjadi contoh konkret bagaimana desa dapat berinovasi dan mengelola dana ketahanan pangan secara produktif dan berkelanjutan. Dengan sinergi antara pemerintah, perangkat desa, dan masyarakat, Desa Suka Menanti kecamatan bukit kemuning kabupaten Lampung utara kini menapaki jalan menuju kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan yang berdaya saing.(*)
Komentar
Posting Komentar